0

  Sinopsis Novel :

     Mr. Muhammad Yatim, dr.Aziz, Puti Bidasari, dan Sitti Nurmala adalah empat orang yang sudah menjalin persahabatan dari kecil, mereka semua berasal dari keluarga bangsawan. Selain hubungan persahabtan, diantara kedua pasangan anak muda itu juga terjalin hubungan antara kekasih. Mr. Muhammad Yatim mencintai Puti Bidasari, yang merupakan adik angkatnya dan dibesarkan dalam satu keluarga yaitu keluarga Sutan Alamsyah dan istrinya Sitti Maryam. Sedangkan Sitti Nurmala menjalin hubungan dengan dr.Aziz. Sitti Nurmala merupakan putri dari saudagar kaya di Padang yaitu Baginda Mais dan istinya Upik Bunngsu. Sutan Alamsyah sangat bahagia atas kedatangan anaknya Mr. Yatim dari negeri Belanda yang sudah menyelesaikan sekolahnya sebagai Hakim Tinggi sehingga dia mendapat gelar Master Doktor, yang pada saat itu adalah gelar tertinggi di Padang, dan hanya Mr. Yatim yang mendapat gelar tersebut.

   Sutan Alamsyah Hopjaksa ingin mempersandingkan anaknya Mr. yatim dengan keponakannya Puti Bidasari yang merupakan anak kakak perempuannya yaitu Putri Renosari dan Sutan Baheram, tapi lamaran Sutan Alamsyah ditolak, karena mereka tahu asal-usul Mr. Yatim yang bukan anak kandung Sutan Alamsyah. Mereka kira Mr. Yatim adalah anak tukang pedati yang miskin, meskipun dibesarkan dan diangkat anak oleh Sutan Alamsyah bahkan sampai disekolahkan dan mendapat gelar Mester Doktor di Negeri Belanda.
Adat tetap adat dan selalu membelenggu, mengukung dan membagi dalam tingkat kehidupan masyarakat, seperti halnya Putri Renosari yang ingin menikahkan anaknya dengan seorang bangsawan lagi. Bidasari akan dikawinkan dengan turunan bangsawan tinggi Sutan Malik, kemenakan Sutan Pamenan yang gemar berjudi dan menyabung ayam.Biaya pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik ditanggung oleh Baginda Mais yang merasa diuntungkan dengan pernikahan Puti Bidasari dan Sutan Malik, karena kesempatan untuk menikahkan putrinya Sitti Nurmala dengan Mr. Yatim terbuka lebar. Akankah Mr. Yatim menikah dengan Bidasari ataukah akan bersanding dengan Sitti Nurmala sebagaimana permintaan ayah angkatnya Sutan Alamsyah, sedangkan Sitti Nurmala adalah kekasih dr. Aziz yang merupakan sahabat karibnya dari kecil.

B. Unsusr-unsur Intrinsik Novel

1. Tema
Tema dari novel “Anak dan Kemenakan “ adalah kisah percintaan dua pasang anak manusia yang terhalang oleh adat yang membagi tingkat kehidupan masyarakat.
2. Latar atau setting
Di Padang : - di rumah Sutan Alamsyah Hopjaksa
- di rumah Bola
- di Gedung Pengadilan Padang
- di rumah Putri Renosari
- di rumah Baginda Mais

3. Alur atau Plot
Alur atau plot dalam novel ini menggunakan alur campuran
a. Tahapan Awal
Ketika pesta perayaan penyambutan Mr. Yatim, Baginda Mais meminta kepada Sutan Alamsyah untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya, yaitu untuk dinikahkan dengan Sitti Nurmala. Sutan Alamsyah menolak permintaan Baginda Mais, karena Mr. Yatim sudah bertunanngan dengan Puti Bidasari, walaupun pertunangan itu belum resmi. Hal tersebut sangat mengecewakan Baginda Mais.

b. Tahapan Pertikaian
Putri Renosari dan Sutan Baheram menolak lamaran Sutan Alamsyah untuk dinikahkan dengan Mr. Yatim, karena perbedaan status sosial antara keturunan bangsawan dengan anak tukang pedati yang miskin. Selai itu Putri Renosari merasa bahwa pertunangan Mr. yatim dan Puti Bidasri diputuskan secara sepihak, mereka sebagai oarang tua kandung Puti Bidasari tidak diajak berunding. Putri Renosari mengucapkan kata-kata yang sangat menyakitkan keluarga Sutan Alamsyah. Kejadian tersebut menimbulkan perpecahan hubungan diantara kakak beradik tersebut.
c. Tahapan Perumitan
Putri Bidasari dibawa pergi dari rumah Sutan Alamsyah oleh kedua orang tuanya dan dilarang bertemu dengan Mr. Yatim. Hal yang paling membuat Mr. Yatim terguncang adalah ketika dia mendengar bahwa kedua orang tua yang sudah membesarkan dan memberikan kasih sayang, ternyata bukan orang tua kandung. Sutan Alamsyah menerima lamaran Baginda Mais untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya dengan tiga syarat, yaitu: pernikahan Mr.Yatim harus dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Puti Bidasari. Kedua, pernikahan Mr.Yatim harus lebih meriah dibandingkan pernikahan Puti Bidasari. Dan yang ketiga jika ada sesuatu hal yang membatalkan pernikahan Puti Bidasari maka pernikahan Mr.Yatim pun harus dibatalkan. Syarat yang ketiga ini membuat Baginda Mais bingung.
d. Tahapan Puncak
Mr.Yatim diminta untuk menikah dengan Sitti Nurmala oleh kedua orang tua angkatnya, dia merasa bingung jalan apa yang harus dia ambil. Disisi lain Sitti Nurmala adalah kekasih sahabatnya sejak kecil yaitu dr.Aziz, disisi lain dia tidak bisa menolak permintaan ayah angkatnya yang sudah membesarkan dia dan menyekolahkannya sampai menjadi orang yang sangat dihormati dan dikagumi di Padang, alas an yang paling memberatkan Mr.Yatim adalah karena dia sangat mencintai Puti Bidasari yang pada waktu itu akan dinikahkan kepada Sutan Malik yang mempunyai tabiat yang sangat buruk, gemar berjudi dan menyambung ayam. Pada suatu hari Puti Bidasari mengirim surat kepada Mr.Yatim yang isinya bahwa Puti Bidasari akan bunuh diri, karena tidak mau dipaksa kawin dengan Sutan Malik.

e. Tahapan Peleraian
Tibalah saatnya pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik yang dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Mr.Yatim dengan Sitti Nurmala. Mr.Yatim menikahi Sitti Nurmala adalah sebuah rekayasa yang sudah direncanakannya dengan dr.Aziz dan Siti Nurmala. Setelah satu hari menikahi Sitti Nurmala, Mr.Yatim langsung menceraikannya. Hari itu Puti Bidasari merasa putus asa, karena akad pernikahannya dengan Sutan Malik akan segera dilakukan, tapi beberapa saat datanglah dr.Aziz, dia memanggil Sutan Pamenan untuk berbicara sebentar. dr.Aziz meminta Sutan Pamenan untuk membatalkan pernikahan keponakannya dengan Puti Bidasari dan kalau tidak, terpaksa dr.Aziz akan melaporkan Sutan Malik Kepada polisi karena dia terlibat dalam kasus pembakaran rumah tetangganya yang menewaskan satu orang. Dengan kasus itu Sutan Malik pasti dipenjara, karena Sutan Pamenan sangat menyayangi keponakannya maka dia membatalkan pernikahan itu. Akhirnya pernikahan Mr.Yatim pun batal, karena tidak mau menanggung malu maka Baginda Mais menikahkan puterinya Sitti Nurmala dengan dr.Aziz
f. Tahapan Akhir
Akhirnya Putri Renosari dan Sutan Baheram menerima lamaran Sutan Ali Akbar yang tidak lain pamannya Mr. Yatim, yang berasal dari Iderapura. Orang tua Bidasari sudah mengetahui bahwa sebenarnya Mr. Yatim adalah keturunan bangsawan tinggi yang setara dengan anaknya. Dengan terungkapnya jati diri Mr. Yatim, tidak ada lagi yang dapat menghalangi hubungannya dengan Bidasari, termasuk adapt istiadat masyarakat Padang. Setelah Mr. Yatim dan Puti Bidasari menikah mereka pindah ke tanah Jawa, karena Mr. Yatim dipindah tugaskan.
4. Sudut Pandang
Sudut pandang dalam novel “Anak dan Kemenakan” adalah sudut pandang orang ketiga.
5. Gaya Penulisan
Dalam penulisan novel yang berjudul “Anak dan Kemenakan” pengarang banyak menceritakan adat istiadat yang terdapat di daerahnya. Pada umumnya dalam setiap novelnya pengarang menggunakan bahasa melayu. Terdapat beberapa majas, diantaranya majas personifikasi, majas metafora dan majas metonimia.
6. Penokohan
Mr.Muhammad Yatim : baik, bijaksana, penurut
Puti Bidasari : baik, penurut pada orang tua
Sitti Nurmala : baik, penurut
dr.Aziz : baik
Sutan Alamsyah Hopjaksa : bijaksana
Baginda Mais : sombong, kaya
Sutan Pamenan : suka berjudi, serig menikah
Sutan Malik : jahat, penjudi
Putri Renasari : orang tua yang masih memegang adat
7. Amanat
Amanat yang diambil dari novel yang berjudul “Anak dan Kemenakan” adalah bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Tuhan pasti akan memberikan jalan setiap kita mengalami kesulitan. Kita harus taat dan patuh kepada orang tua, dan yang paling penting amanat dari novel ini adalah habis gelap terbitlah terang.

Posting Komentar

 
Top